Selasa, 01 Januari 2013

Pengalamanku saat MOS di SMA NEGERI 1 SENGKANG


Pengalamanku saat MOS di SMA NEGERI 1 SENGKANG
Mos adalah hal yang harus dialalui oleh semua siswa baru yang diterima di sekolah tersebut termasuk saya.  Aku sangat benci dengan MOS, karena sering banyak hukuman. Banyak suka dan duka yang telah kami lalui. Termasuk di hokum. Pada waktu itu, kami diwajibkan untuk membuat tas dari karton dan dipakai saat MOS.
Hari pertama, sebenarnya waktu itu MOS belum dibuka. Tetapi kami disuruh datang pada siang hari pada jam2 siang. Waktu itu, aku terlambat. Aku kira panitia-panitianya semuanya pada telat. Seperti pada saat pengembalian dan saat wawancara. Ternyata duganku salah. Untung saja pada waktu itu saya tidak dihukum. Siang itu kami di suruh berdiri di tengah teriknya matahari untuk menunggu nama kami disebut dan ditempatkan di kelompok mana.  Waktu itu saya ditempatkan di kelompok B. Sesudah semua murid ditempatkan di kelompok. Kami bergegas pergi ke kelas yang telah ditentukan. Kami memperkenalkan nama masing-masing. Tujuannya, agar kita saling mengenal satu sama lain dan lebih akrab dengan teman sekelompok. Kebanyakan di kelompokku adalah teman dari sekolahku sendiri yaitu SMP 1 SENGKANG. Karna, pada saat itu tidak ada yang dilakukan, panitia membuat permainan untuk menyanyi berpasangan yang sudah menyanyi menunjuk teman yang akan menyanyi selanjutnya. Tanpa tersadari, ternyata namaku yang disebut. Untung saja pada waktu itu panggilan untuk latihan upacara pelaksanaan pembukaan MOPLS akan dimulai. Jadinya, aku tidak jadi untuk menyanyi. Ahahahhahha,, aku sangat beruntung. Hamper saja orang-orang mendengar suaraku yang jelek. Kami pun bergegas untuk kelapangan. Walaupun sudah sore tapi tetap saja sangat panas. Saya ingat waktu itu temanku Muhammad Rizky Eka Arlin yang menjadi pemimpin upacaranya. Latihan pembukaan MOPLS dilakukan sangat lama apalagi dengan cuaca yang panas membuat punggungku serasa terbakar. Sesudah latihan MOPLS kami pun bergegas untuk ke kelas dan diberi pengumuman agar keesokan harinya dating jam 06.30 pagi dengan memakai tas karton yang dibuat dan membawa balon gas. Tak lama kemudian kami diperbolehkan untuk pulang.
Hari kedua. Keesokan harinya, saya dating terlambat lagi. Lagi-lagi saya berfikir kalau panitianya tidak akan dating secepat itu. Heem, walaupun saya tidak dihukum tapi saya disuruh menulis sebanyak 5 lembar dengan tulisan “SAYA TIDAK AKAN TERLAMBAT LAGI”.   Heem, sungguh melelahkan. Saya pun bergegas untuk ke kelas dan menaruh tas karton yang ibu dan aku buat. Dan segera membeli balon gas yang dijual di koperasi sekolah. Sesudah itu, semua perempuan yang ada di kelasku di panggil dan dilihat wajahnya masing-masing. Ternyata yang memakai bedak di suruh untuk membersihkannya karna kalau tidak panitia sendiri yang akan membersihkannya dengan cara memasukkan kepala kita ke dalam bak.  Iuu,, semua perempuan meembersihkan mukanya termasuk saya sendiri. Sesudah itu, tidak terasa bel berbunyi upacara pembukaan MOPLS akan segera dimulai. Sesudah itu kami kembali ke kelas masing-masing. Dan menunggu guru untuk memberikan materi. Di sana kita bisa bertanya tentang fasilitas apa yang tersedia di sekolah tersebut dan pertanyaan lainnya yang menyangkut dengan sekolah SMAN 1 SENGKANG. Sesudah itu kami diajak oleh panitia untuk melhat-lihat dan memperkenalkan kelas dan ruangan yang ada di sekolah tersebut. Tidak terasa jam pulang sudah dekat sebelum itu kami sholat berjamaah tapi pada waktu itu saya tidak membawa alat sholat karna tidak ada pemberitahuan untuk membawanya jadinya saya hanya tinggal di kelas bersama teman-teman yang lain. Kami di kelas mengobrol dan mulai akrab satu sama lain. Setelah orang-orang sholat berjamaah, kami menunggu waktu pulang. Pada waktu itu tanpa tersengaja saya memanggil panitia tidak besertakan dengan panggilan ka’. Jelas saja panitia itu sangat marah dan menyuruh saya untuk berdiri. Walaupun dia adalah keluarga saya tapi bukan berarti saya tidak dihukum olehnya. Awalnya saya sangat marah padanya tapi lama kelamaan saya mengerti kenapa dia begitu terhadap saya. Tak lama kemudian saya diberi hukuman. Awalnya saya disuruh untuk berpuisi tapi saya menolaknya karna saya benar-benar tidak tau berpuisi, lalu saya di suruh menyanyi lagi-lagi saya menolaknya. Kemudian saya memberitahu panitia untuk hukumannya dance saja. Dan dia menyetujuinya. Waktu itu saya sangat grogi dan berapa kali saya mengulanginya. Saya sangat malu apalagi banyak panitia yang ada diluar melihat saya. Sesudah itu saya sangat malu dan tak ingin mengangkat kepala saya melihat teman-teman dan panitia. Tak lama kemudian, bel berbunyi tanda untuk pulang. Saya pun pulang bersama teman-teman saya.
Hari ketiga, hari itu saya sakit tapi saya memaksakan diri untuk ke sekolah. Sesampainya di sekolah, saya langsung masuk kelas. Lagi-lagi hari itu kami upacara dan  seperti hari kedua kami diberi materi oleh guru dan kakak Pembina. Hari itu, kami diberi banyak permainan seperti salah satunya menyambung-nyambungkan kata tapi yang kalah akan diberikan hukuman yang berat. Kami juga disuruh untuk membuat puisi untuk panitia, gombalan-gombalan, dan mengatakan cinta. Hari itu penuh dengan kelucuan tetapi saya tidak bisa untuk selalu tertawa dan berbicara karna pada saat suara saya menghilang. Tidak terasa saatnya pulang dan saya mulain tidak enak badan. Dengan terpaksa, saya meminta izin kepada panitia karna tidak bisa hadir keesokan harinya. Saya diberi izin dan bergegas untuk pulang.
Itulah hari terakhir saya di MOS. Sangat disayangkan, tetapi apa boleh buat saat itu saya sakit. Tetapi, saya senang karna terhindar dari hukuman-hukuman. Ahahhahah JJ.

2 komentar: