Pengalamanku saat MOS di SMA NEGERI 1 SENGKANG
Mos adalah hal yang
harus dialalui oleh semua siswa baru yang diterima di sekolah tersebut termasuk
saya. Aku sangat benci dengan MOS,
karena sering banyak hukuman. Banyak suka dan duka yang telah kami lalui.
Termasuk di hokum. Pada waktu itu, kami diwajibkan untuk membuat tas dari
karton dan dipakai saat MOS.
Hari pertama,
sebenarnya waktu itu MOS belum dibuka. Tetapi kami disuruh datang pada siang
hari pada jam2 siang. Waktu itu, aku terlambat. Aku kira panitia-panitianya
semuanya pada telat. Seperti pada saat pengembalian dan saat wawancara.
Ternyata duganku salah. Untung saja pada waktu itu saya tidak dihukum. Siang
itu kami di suruh berdiri di tengah teriknya matahari untuk menunggu nama kami
disebut dan ditempatkan di kelompok mana. Waktu itu saya ditempatkan di kelompok B.
Sesudah semua murid ditempatkan di kelompok. Kami bergegas pergi ke kelas yang
telah ditentukan. Kami memperkenalkan nama masing-masing. Tujuannya, agar kita
saling mengenal satu sama lain dan lebih akrab dengan teman sekelompok.
Kebanyakan di kelompokku adalah teman dari sekolahku sendiri yaitu SMP 1
SENGKANG. Karna, pada saat itu tidak ada yang dilakukan, panitia membuat
permainan untuk menyanyi berpasangan yang sudah menyanyi menunjuk teman yang
akan menyanyi selanjutnya. Tanpa tersadari, ternyata namaku yang disebut.
Untung saja pada waktu itu panggilan untuk latihan upacara pelaksanaan
pembukaan MOPLS akan dimulai. Jadinya, aku tidak jadi untuk menyanyi.
Ahahahhahha,, aku sangat beruntung. Hamper saja orang-orang mendengar suaraku
yang jelek. Kami pun bergegas untuk kelapangan. Walaupun sudah sore tapi tetap
saja sangat panas. Saya ingat waktu itu temanku Muhammad Rizky Eka Arlin yang
menjadi pemimpin upacaranya. Latihan pembukaan MOPLS dilakukan sangat lama
apalagi dengan cuaca yang panas membuat punggungku serasa terbakar. Sesudah
latihan MOPLS kami pun bergegas untuk ke kelas dan diberi pengumuman agar
keesokan harinya dating jam 06.30 pagi dengan memakai tas karton yang dibuat
dan membawa balon gas. Tak lama kemudian kami diperbolehkan untuk pulang.
Hari kedua.
Keesokan harinya, saya dating terlambat lagi. Lagi-lagi saya berfikir kalau
panitianya tidak akan dating secepat itu. Heem, walaupun saya tidak dihukum
tapi saya disuruh menulis sebanyak 5 lembar dengan tulisan “SAYA TIDAK AKAN
TERLAMBAT LAGI”. Heem, sungguh
melelahkan. Saya pun bergegas untuk ke kelas dan menaruh tas karton yang ibu
dan aku buat. Dan segera membeli balon gas yang dijual di koperasi sekolah.
Sesudah itu, semua perempuan yang ada di kelasku di panggil dan dilihat
wajahnya masing-masing. Ternyata yang memakai bedak di suruh untuk
membersihkannya karna kalau tidak panitia sendiri yang akan membersihkannya
dengan cara memasukkan kepala kita ke dalam bak. Iuu,, semua perempuan meembersihkan mukanya
termasuk saya sendiri. Sesudah itu, tidak terasa bel berbunyi upacara pembukaan
MOPLS akan segera dimulai. Sesudah itu kami kembali ke kelas masing-masing. Dan
menunggu guru untuk memberikan materi. Di sana kita bisa bertanya tentang
fasilitas apa yang tersedia di sekolah tersebut dan pertanyaan lainnya yang
menyangkut dengan sekolah SMAN 1 SENGKANG. Sesudah itu kami diajak oleh panitia
untuk melhat-lihat dan memperkenalkan kelas dan ruangan yang ada di sekolah
tersebut. Tidak terasa jam pulang sudah dekat sebelum itu kami sholat berjamaah
tapi pada waktu itu saya tidak membawa alat sholat karna tidak ada
pemberitahuan untuk membawanya jadinya saya hanya tinggal di kelas bersama
teman-teman yang lain. Kami di kelas mengobrol dan mulai akrab satu sama lain.
Setelah orang-orang sholat berjamaah, kami menunggu waktu pulang. Pada waktu
itu tanpa tersengaja saya memanggil panitia tidak besertakan dengan panggilan
ka’. Jelas saja panitia itu sangat marah dan menyuruh saya untuk berdiri.
Walaupun dia adalah keluarga saya tapi bukan berarti saya tidak dihukum
olehnya. Awalnya saya sangat marah padanya tapi lama kelamaan saya mengerti
kenapa dia begitu terhadap saya. Tak lama kemudian saya diberi hukuman. Awalnya
saya disuruh untuk berpuisi tapi saya menolaknya karna saya benar-benar tidak
tau berpuisi, lalu saya di suruh menyanyi lagi-lagi saya menolaknya. Kemudian
saya memberitahu panitia untuk hukumannya dance saja. Dan dia menyetujuinya.
Waktu itu saya sangat grogi dan berapa kali saya mengulanginya. Saya sangat
malu apalagi banyak panitia yang ada diluar melihat saya. Sesudah itu saya
sangat malu dan tak ingin mengangkat kepala saya melihat teman-teman dan
panitia. Tak lama kemudian, bel berbunyi tanda untuk pulang. Saya pun pulang
bersama teman-teman saya.
Hari ketiga, hari
itu saya sakit tapi saya memaksakan diri untuk ke sekolah. Sesampainya di
sekolah, saya langsung masuk kelas. Lagi-lagi hari itu kami upacara dan seperti hari kedua kami diberi materi oleh
guru dan kakak Pembina. Hari itu, kami diberi banyak permainan seperti salah
satunya menyambung-nyambungkan kata tapi yang kalah akan diberikan hukuman yang
berat. Kami juga disuruh untuk membuat puisi untuk panitia, gombalan-gombalan,
dan mengatakan cinta. Hari itu penuh dengan kelucuan tetapi saya tidak bisa untuk
selalu tertawa dan berbicara karna pada saat suara saya menghilang. Tidak
terasa saatnya pulang dan saya mulain tidak enak badan. Dengan terpaksa, saya
meminta izin kepada panitia karna tidak bisa hadir keesokan harinya. Saya
diberi izin dan bergegas untuk pulang.
Itulah hari
terakhir saya di MOS. Sangat disayangkan, tetapi apa boleh buat saat itu saya
sakit. Tetapi, saya senang karna terhindar dari hukuman-hukuman. Ahahhahah JJ.
Meja blog mu :v
BalasHapusliat ko blog http://salah-link.blogspot.com/
BalasHapus