Kamis, 16 Mei 2013

Membuat Text Item



Pencurian Sepeda Motor Makin Marak di BTN Bulu Pabbulu
Pencurian kendaraan roda dua di BTN Bulu Pabbulu, semakin sering terjadi sehingga meresahkan masyarakat. Kurang lebih sudah 10 sepeda motor yang telah di curi dalam beberapa bulan ini.
Menurut Pak Rasidul atau biasa di panggil Pak Dul itu, salah seorang polisi lalu lintas di BTN Bulu Pabbulu.  Motornya di curi pada siang hari saat sedang pergi bekerja. Selain kehilangan sepeda motor, perhiasan dan uangnya pun sempat diambil oleh pencuri tersebut.
Kelurahan Bulu Pabbulu dan sekitarnya di Kota Sengkang, jadi salah satu lokasi yang cukup rawan maling sepeda motor padahal bisa di bilang Kelurahan ini sebagian warganya adalah polisi. Tapi belakangan ini kecenderungan itu makin merata di mana-mana. Bisa di bilang pencuri itu tidak sama sekali takut kepada Polisi.
Hal serupa dikatakan Abdul Halim, warga Kelurahan Bulu Pabbulu Sengkang, yang juga kehilangan sepeda motor dalam keadaan terkunci di halaman rumahnya. Itu terjadi malam Minggu kemarin dan menjadi perbincangan para tetangga. 
“Saya baru menyadari motor saya dicuri pada pagi hari. Memang malam itu saya lupa mengunci pagar saya.” kata dia.
Menurut salah seorang polisi yang berada di samping rumahnya “Untung saja pada waktu itu pencurinya tidak mengambil semua motornya. Waktu itu memang motor yang satunya ingin di bawa tapi pada saat beraksi kunci yang digunakan yang biasa disebut kunci T itu patah.” Kata dia.
Motorcycle Theft Boom in BTN Bulu Pabbulu
Theft of motorcycle on the BTN Bulu Pabbulu, becoming more frequent so disturbing society. Approximately 10 motorcycles had been stolen in a few months.
According to Mr. Rasidul or commonly called Pak Dul, one of the traffic police in Bulu Pabbulu BTN. His motorcycle stolen during the day when she was away at work. In addition to loss of motorcycle, jewelry and money also had to be taken by the thief.
Bulu Pabbulu Village and surrounding areas in Sengkang Town, so one of the locations are quite vulnerable when a motorcycle thief can be said of most of its citizens is the Village's police. But lately the trend is more prevalent everywhere. Can be said of the thief was not at all afraid of the police.
Something similar is said Abdul Halim, a resident of the Village Bulu Pabbulu Sengkang, who also lost his motorcycle locked in his yard. It happened on Saturday night and the talk of the neighbor.
"I just realized my motorcycle was stolen in the morning. Indeed, that night I forgotten to lock my fence."He said.
According to one police officer who was next to his house "Luckily at that time did not take all his motorcycle thieves. It was certainly the only motor but want to take action when the key is used commonly called T key was broken. "He said.

Pertanyaan : 

  1. Apa topik dari text item tersebut ?
  2. Di mana kasus pencurian terjadi ? 
  3. Siapa yang menjadi korban penculikan sepeda motor ? 
  4. Kapan motor Pak Rasidul di curi ? 
  5. Selain sepeda motor, apa saja yang diambil pencuri itu di rumah Pak Rasidul ? 
  6. Kapan motor Pak Abdul Halim di curi ? 
  7. Kapan Pak Abdul Halim menyadari bahwa motornya telah di curi ?

Question:  

  1. What is the topic of a text item? 
  2.  In which a theft occur? 
  3. Who abducted motorcycle?  
  4. When the motor Pak Rasidul stolen?
  5. In addition to motorcycles, anything that captured the thief in Mr. Rasidul?  
  6. When Mr. Abdul Halim motorcycle is stolen?
  7. When Mr. Abdul Halim realized that this bike had been stolen ?

Jawaban :

  1. Pencurian Sepeda Motor Makin Marak di BTN Bulu Pabbulu 
  2. di BTN Bulu Pabbulu 
  3. Pak Rasidul dan Abdul Halim 
  4.  Pada siang hari pada saat pergi bekerja
  5. Emas dan uang. 
  6. Malam minggu kemarin 
  7. Keesokan harinya (Minggu)

Answer: 

  1. Motorcycle Theft Boom in BTN Bulu Pabbulu 
  2. on BTN Fur Pabbulu 
  3. Pak Rasidul and Abdul Halim 
  4. During the day when going to work 
  5. Gold and money. 
  6. Saturday night 
  7. The next day (Sunday)




Karangka persuasif



Kerangka persuasif
Topik   : Belajar secara efektif
Gagasan utama : Belajar secara efektif dibutuhkan oleh setiap pelajar.
Gagasan Pendukung :

  • Kompetisi di antara pelajar semakin tinggi
  • Belajar efektif membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan yang serius.
  •  Semakin banyak pelajar yang pintar 
  • Materi ajar yang banyak membutuhkan waktu belajar yang lebih lama.



.
Assalamu alaikum wr.wb
Bapak Guru yang saya hormati dan teman-teman semua yang saya banggakan. Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayahnyalah kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat tanpa kekurangan suatu apapun.
Untuk menguasai semua ilmu pengetahuan, proses belajar memang sangat menentukan. Setiap pelajar membutuhkan strategi belajar yang efektif pada masa mendatang, agar nantinya dapat memberikan hasil yang sangat maksimal. Apalagi bagi para pelajar, mahasiswa maupun semua orang yang sedang dalam proses belajar secara keseluruhan, metode belajar yang tepat sangat dibutuhkan, karena itu merupakan syarat utama untuk dapat meraih prestasi terbaik yang didambakan.
Strategi belajar yang efektif sangat diperlukan oleh pelajar mengingat semakin hari kompetisi di kalangan pelajar semakin tinggi.
Belajar efektif memang membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan yang serius. Memang dalam segala hal keseriusan sangat menentukan. Buat apa kalau metode belajarnya sudah tepat, tetapi dijalani dengan semau kita saja. Keberhasilan seseorang di masa mendatang, terletak pada bagaimana dia menjalankan usahanya pada masa sekarang. Jadi sekali lagi, sebuah impian besar pasti mampu diwujudkan asalkan direncanakan dan dijalankan dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab yang besar.
Para pelajar berlomba-lomba untuk mencapai prestasi sehingga semakin banyak pelajar yang pintar.
Materi ajar yang banyak, harus disiasati dengan cara belajar efektif, tidak membuang-buang waktu agar pelajar bisa belajar dalam waktu yang lebih singkat.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Lebih dan kurangnya mohon di maafkan. Waasaalamu alaiku wr.wb

Cerita Rakyat Toraja "LA DANA dan KERBAUNYA"...



LA DANA dan KERBAUNYA

La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. Sehingga kecerdikan itu menjadi kelicikan.
Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang.
Lalu La Dana mengusulkan pada temannya untuk menggabungkan daging-daging bagian itu dan menukarkannya dengan seekor kerbau hidup. Alasannya adalah mereka dapat memelihara hewan itu sampai gemuk sebelum disembelih. Mereka beruntung karena usulan tersebut diterima oleh tuan rumah.
Seminggu setelah itu La Dana mulai tidak sabar menunggu agar kerbaunya gemuk. Pada suatu hari ia mendatangi rumah temannya, dimana kerbau itu berada, dan berkata "Mari kita potong hewan ini, saya sudah ingin makan dagingnya." Temannya menjawab, "Tunggulah sampai hewan itu agak gemuk." Lalu La Dana mengusulkan, "Sebaiknya kita potong saja bagian saya, dan kamu bisa memelihara hewan itu selanjutnya." Kawannya berpikir, kalau kaki belakang kerbau itu dipotong maka ia akan mati. Lalu kawannya membujuk La Dana agar ia mengurungkan niatnya. Ia menjanjikan La Dana untuk memberinya kaki depan dari kerbau itu.
Seminggu setelah itu La Dana datang lagi dan kembali meminta agar bagiannya dipotong. Sekali lagi kawannya membujuk. Ia dijanjikan bagian badan kerbau itu asal La Dana mau menunda maksudnya. Baru beberapa hari berselang La Dana sudah kembali kerumah temannya. Ia kembali meminta agar hewan itu dipotong.
Kali ini kawannya sudah tidak sabar, dengan marah ia pun berkata, "Kenapa kamu tidak ambil saja kerbau ini sekalian! Dan jangan datang lagi untuk mengganggu saya." La dana pun pulang dengan gembiranya sambil membawa seekor kerbau gemuk.

Cerpen "Loro Jonggrang"...



Loro Jonggrang
Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. "Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!", ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. "Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku," pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. "Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?", Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. "Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya", ujar Loro Jongrang dalam hati. "Apa yang harus aku lakukan ?". Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
"Bagaimana, Loro Jonggrang ?" desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. "Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya," Katanya. "Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?". "Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. "Seribu buah?" teriak Bondowoso. "Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam." Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. "Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!", kata penasehat. "Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!"
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. "Pasukan jin, Bantulah aku!" teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. "Apa yang harus kami lakukan Tuan ?", tanya pemimpin jin. "Bantu aku membangun seribu candi," pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. "Wah, bagaimana ini?", ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. "Cepat bakar semua jerami itu!" perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung... dung...dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. "Wah, matahari akan terbit!" seru jin. "Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari," sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. "Candi yang kau minta sudah berdiri!". Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. "Jumlahnya kurang satu!" seru Loro Jonggrang. "Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan". Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. "Tidak mungkin...", kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. "Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!" katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang.