Dewa telah mati
Penulis : subagyo
sastrowardojo
Tak ada dewa di rawa-rawa ini
Hanya gagak yang mengakak malam hari
Dan siang terbang mengitari bangkai
Pertapa yang terbunuh dekat kuil
Dewa telah mati
Hanya ular yang mendesir dekat sumber
Lalu minum dari mulut
Pelacur yang tersenyum dengan baying sendiri
Bumi ini perempuan jalang
Yang menarik laki-laki jantan dan pertapa
Ke rawa-rawa mesum ini
Dan membunuhnya pagi hari
Sajak luar kepala
Karya : sitor
situmorang
Ku catat dalam hati
(membaca dan menulis terlarang di sini)
Antara harap dan cemas
Kuraih masa depan
Dengan mantra citra
Di ujung terowongan gelap dan panjang
Lewat tembok dan terali-terali
Aku berdiri
Dan bukan dalam mimpi
Pintu terbuka ke dunia
(gemerincing kunci dan rantai gema tertinggal di belakang)
Dan kau disana seperi biasa
Tapi bisu
Selalu kau teringat padaku ?
Seperti aku tak pernah lupa padamu ?
Tak sepatah keluar dari mulutmu
Tapi setitik air mata tercurah
Sekeliling gema sepi
Mantraku tumpul
Dibeton kelabu penjara
Sajak putih
Karya : chairil anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Dihitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku pintu terbuka
Selama matamu bagiku menganadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar