Mengapa banyak orang yang ridho ketika
diuji dengan kesenangan dari pada ketika diuji dengan musibah ?
Kata Ridho berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata rodiya yang berarti senang, suka, rela. Ridho merupakan sifat yang terpuji yang harus dimiliki oleh manusia. Banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah SWT ridho terhadap kebaikan hambanya
Ridha (رِضَى ) menurut kamus al-Munawwir artinya senang, suka, rela. Dan bisa diartikan Ridho/rela adalah nuansa hati kita dalam merespon semua pemberian-NYA yang setiap saat selalu ita rasakan. Pengertian ridha juga ialah menerima dengan senang segala apa yang diberikan oleh Allah s.w.t. baik berupa peraturan ( hukum ) atau pun qada’ atau sesuatu ketentuan dari Allah s.w.t
Jadi ridho adalah perilaku terpuji menerima dengan senang apa yang telah diberikan Allah kepadanya, berupa ketentuan yang diberikan kepada manusia.
Cobaan yang di berikan oleh Allah SWT kepada manusia hanyalah cara Allah untuk mengetahui sampai dimana ketakwaan hambanya.
Allah SWT memberi cobaan kepada hambanya tidak hanya dengan kesulitan, perlu kita pahami bahwa kenikmatan yang diberkan oleh Allah kepada kita itu adalah cobaan dan bahkan ada seorang shabat yang lebih senang di coba dengan kesulitan dari pada di coba dgn ke senangan. Karena kesenangan biasanya membuat manusialupa kepada Allah SWT.
Memang sekarang ini ketika disuruh memilih sebagian besar manusia akan memilih diuji dengan kesenangan karena mereka tidak mengerti bahwa cobaan Allah datang dari segala aspek kehidupan entah itu dengan kesedihan maupun kesenangan.
Ketika tertimpa musibah kita harus tetap ridho karena Nabi Muhammad SAW bersabda “Umatku ini dirahmati Allah dan tidak akan disiksa di akhirat, tetapi siksaan terhadap mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa bumi, peperangan dan musibah-musibah. (HR. Abu Dawud)”
Jadi telah dijelaskan oleh Nabiyullah bahwa aummtnya akan di coba dengan berbagai macam musibah di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar