Membuat Resensi Buku
AYAT-AYAT CINTA
- Judul Buku : Ayat-ayat Cinta
- Identitas buku
-
Judul buku / novel : Ayat-ayat cinta
-
Pengarang : Habiburrahman El-Shirazy
-
Tebal : 550 halaman
-
Tahun terbit : 2008
- Synopsis cerita
“INDAHNYA
CINTA DALAM BALUTAN ISLAM”
Novel
ini bercerita tentang kisah percintaan yang di balut dalam ajaran-ajaran
islaminya yang sangat kental. Kisah berawal dari seorang mahasiswa bernama
Fahri. Ia adalah seorang mahasiswa Universitas Al-azhar, Mesir.
Di
Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat temannya yang juga berasal dari
Indonesia. Mereka tinggal di apartemen sederhana. Mereka mempunyai tetangga
yang sangat baik dan akrab dengan mereka, yaitu keluarga Tuan Boutros. Tuan
Boutros mempunyai istri bernama Madame Nahed, dan dua orang anak mereka Maria
dan Yousef. Keluaraga Tuan Boutros adalah keluarga Kristen Koptik yang sangat
taat. Putri sulung mereka yang bernama Maria, ia gadis yang unik. Ia seorang
Kristen Koptik, namun ia suka pada Al-Quran. Ia bahkan hafal beberapa ayat
Al-Quran, diantaranya adalah surat Maryam.
Pertemuan
berawal ketika Fahri pergi ke Shubra El-Kaima untuk talaqqi pada Syaikh Utsman
Abdul Fattah. Ia pergi kesana naik
metro, dan disitulah awal Fahri bertemu dengan perempuan bercadar yang bernama
Aisha. Aisha bukanlah orang Mesir, melainkan gadis asal Jerman yang sedang
studi di Mesir.
Selain
mempunyai tetangga yang baik, Fahri juga mempunyai tetangga yang sangat galak
dan kasar. Kepala keluarga itu bernama Bahadur. Bahadur mempunyai istri bernama
madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur selalu bersikap kasar dengan
Noura. Malam itu Fahri ingin menolong Noura yang sedang jadi bulan-bulanan oleh
Bahadur, tapi Fahri tidak bisa menolongnya, lalu dia meminta bantuan Maria. Akhirnya
Maria mau menolong Noura. Fahri bersimpati
penuh dengan Noura dan ingi menolongnya.
Maria
tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al-Quran, dan
mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya
tercurah dalam diary saja.
Nurul
adalah anak seorang Kyai terkenal yang
juga mencari ilmu di Al-Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis itu.
Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah
mengungkapkan perasaanya pada Nurul. Padahal Nurul juga menaruh hati pada
Fahri, tapi Nurul juga tidak sanggup mengungkapkan perasaanya kepada Fahri.
Muncullah
Aisah, si mata Indah yang menyihir Fahri sejak sebuah kejadian di metro, saat
Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku. Aisah jatuh cinta pada Fahri,
dan juga Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.
Mereka
berdua menikah, dijodohkan oleh pamannya Aisha. Mereka hidup bahagia. Beberapa
bulan kemudian Aisha dinyatakan mengandung. Tak lama kemudian, Fahri dapat
kabar kalau Maria koma. Belum sempat menjenguk Maria, malapetaka datang
menghampiri rumah tangga mereka. Noura menuduh Fahri telah memperkosanya. Semua
orang tahu bahwa itu adalah fitnah. Fahri diseret, dan dimasukkan ke penjara.
Kuncinya semua ini adalah Maria yang sedang koma. Dia mengetahui bagaimana kejadian
yang sebenarnya.
Keluarga
Boutros mendatangi Fahri di penjara, mereka berniat mengunjungi Fahri dan juga
ingin meminta bantuan kepada Fahri untuk menyadarkan Maria dari komanya, dengan
menrekam suara Fahri dan nantinya akan didengarkan ke Maria. Kata dokter hanya
orang yang dicintai Maria yang dapat menyembuhkannya. Tak kunjung sadar juga,
akhirnya dokter dan Madame Nahed menyuruh Fahri untuk menyatakan cintanya
kepada Maria. Sebelumnya Fahri tidak mau melakukan itu, lalu Fahri meminta izin
kepada Aisha, akhirnya Aisah menyetujuinya. Setelah itu, Fahri langsung
menikahi Maria. Setelah beberapa saat kemudian, Maria sadar.
Sidang
penentuan tiba, diakhir persidangan Maria tiba. Dia mengatakan apa yang
sebenarnya terjadi pada malam itu. Setelah mengatakan itu semua, Maria pingsan
dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Fahri memenangkan sidang tersebut, dan
Bahadur dimasukkan penjara.
Begitu
divonis bebas, Fahri dibawa oleh Aisha ke rumah sakit yang sama dengan Maria
untuk diperiksa. Sejak selesai dari persidangan itu, Maria belum sadarkan diri
juga. Beberapa saat kemudian, Aisha mendengar Maria mengigau kalau dia ingin
masuk surga, tapi tidak diperbolehkan. Lalu ia terbangun dan menceritakan itu
semua pada Aisha dan juga Fahri. Fahri tau apa yang dimaksudkan oleh Maria,
lalu ia membopong Maria ke kamar mandi dan Aisha membantu untuk mewudhui Maria.
Selesai itu Maria kembali dibaringkan di atas kasur seprti semula. Lalu dengan
suara lirih yang keluar dari relung jiwa ia melafalkan syahadad. Tak lama
kemudian, kedua matanya tertutup rapat dan akhirnya Maria meninggal dunia.
- Penilaian
-
Kelebihan
a.
Bahasa yang digunakan indah
dan mudah dimengerti
b.
Dalam novel ini, kita dapat
belajar sedikit tentang bahasa arab.
c.
Banyak mengandung nilai
religi dan sastra dan bermanfaat sebagai pembangun jiwa
d.
Ceritanya menyentuh dan
menarik, berbagai problem yang terjadi dalam novel tersebut.
e.
Mengajak untuk lebih
mendalami Islam
- Simpulan / penutup
Novel ini tidak saja menceritakan kehidupan percintaan seperti novel-novel tentang cinta yang lain, tapi novel ini mengenalkan bagaimana percintaan menurut islam yang sebanar-benarnya. Novel ini memang sangat bagus isi ceritanya, tidak hanya menggambarkan kehidupan seseorang yang sangat sederhana, tetapi juga mengajarkan kepada kita betapa pentingnya hidup di jalan Allah, hidup hanya benar-benar untuk Allah S.W.T. dan mengajarkan kita betapa susahnya perjuangan seorang mencari ilmu di negeri orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar