KAMPUS BERDARAH
Lizha, seorang mahasiswi sebuah Universitas
ternama menyimpan dendam terhadap muhardi. Muhardi, anak rektor kampus yang juga merupakan ketua
tim basket adalah penyebab kekasih lizha bunuh diri. Kekasih liza bunuh diri
akibat di-DO dari kampus hanya karena muhardi ingin mengambil posisinya sebagai
ketua tim basket kampus tersebut. Muhardi dan kekasihnya mimi seorang ketua
cheers kampus tersebut memiliki teman yang bernama ainun dan nurul.
Suatu hari....
Muhardi : woi....(menghampiri arham
yang cupu itu)
Arham : maaf kak, ada perlu
apa...(sedang membawa buku)?
Muhardi : (mendorong arham sampai
terjatuh) dasar cupu, baru begitu ajah udah jatuh, cemen loh..
Arham : kalau ada salah saya minta maaf .
Mimi : Dasar orang cupu cuma jadi hama di kampus ini ..
Ainun : Hajar ajah MJ ..
Nurul : hmm, iya biar tau rasa dia
Arham : kalau ada salah saya minta maaf .
Mimi : Dasar orang cupu cuma jadi hama di kampus ini ..
Ainun : Hajar ajah MJ ..
Nurul : hmm, iya biar tau rasa dia
Tiba-tiba, Liza dan rizky mendekat untuk
membantu arham.
Rizky : Ada apa dengan kalian?
(dengan tatapan yang sinis)
Muhardi : ini bukan urusan kamu.
Rizky : ini urusanku. Arham ini
temanku.
Liza : Eh, udah cukup... Muhardi,
mimi, ainun, nurul. kalian sudah kelewatan.
Mimi : kamu gk usah ikut ikutan deh .
Ainun : Iya, apa kamu juga mau aku hajar ?
Liza : Kamu kira aku takut sama kamu ,? Jawabannya gk !
Nurul : ihh, nih anak tambah belagu.
Arham : udah , udah gk usah diperpanjang lagi , aku kan sudah minta maaf.
Muhardi : Kalian memang serasi sama-sama cupu tau gk !, ayo kita ke kantin ajah guys ..
Mimi : kamu gk usah ikut ikutan deh .
Ainun : Iya, apa kamu juga mau aku hajar ?
Liza : Kamu kira aku takut sama kamu ,? Jawabannya gk !
Nurul : ihh, nih anak tambah belagu.
Arham : udah , udah gk usah diperpanjang lagi , aku kan sudah minta maaf.
Muhardi : Kalian memang serasi sama-sama cupu tau gk !, ayo kita ke kantin ajah guys ..
Muhardi Cs meninggalkan Liza dan Arham setelah cekcok
cukup lama.
Sejak awal percakapan, rizky tak pernah berhenti menatap Muhardi Cs satu persatu dengan tatapan kejam layaknya psikopat.
Sejak awal percakapan, rizky tak pernah berhenti menatap Muhardi Cs satu persatu dengan tatapan kejam layaknya psikopat.
Liza : Kamu gk apa-apa kan arham??
Arham : Iya , makasih udah bantuin aku dari Muhardi .
Arham : Iya , makasih udah bantuin aku dari Muhardi .
Lama-kelamaan mereka pun menjadi
semakin akrab , dan saling saling curhat. Ia pun menceritakan kisahnya yang
menyedihkan.
Liza : Arham, sebenarnya dari dulu
aku juga benci sama Muhardi dan teman-temannya !
Arham : Kok bisa ??
Liza : Soalnya mantan aku dulu di DO dari kampus ini gara-gara Muhardi .
Arham : Astaga, ternyata Muhardi itu dari dulu jahat yah !
Liza : hm, iy ..Aku punya rencana buat balas dendam sama dia.
Arham : Kok bisa ??
Liza : Soalnya mantan aku dulu di DO dari kampus ini gara-gara Muhardi .
Arham : Astaga, ternyata Muhardi itu dari dulu jahat yah !
Liza : hm, iy ..Aku punya rencana buat balas dendam sama dia.
Mereka pun membuat rencana untuk
membalaskan dendam kekasih liza ke Muhardi Cs. Rencana mereka adalah ingin
membunuh Muhardi beserta kawan-kawannya.
Keeseokan malamnya Arham
berbincang-bincang bersama rizky salah satu teman sekamarnya yang sedang
menonton Film.
Arham : Apa judul film ini ?
Rizky : Scream.
Arham : Film ini bagus.
Rizky : Yaah,, film ini memang
bagus.
Arham : Aku ingin mengambil salah
satu adegan itu untuk membunuh seseorang.
Rizky : Apa ?
Arham : Aku hanya bercanda..
ahahahahhahaha..
Rizky : Dasar…
Rizky lalu berdiri mengambil HPnya
di atas meja makan. Pada saat rizky mengambil HP yang ada di meja makan. Arham
langsung memasukkan obat tidur ke minuman rizky. Setelah menjawab telepon, rizky
langsung kembali ke depan laptopnya dan meminum minuman yang sudah diberi obat
tidur oleh arham. Alhasil, setelah meminum obat itu, penglihatan rizky menjadi
kabur dan lama-kelamaan tertidur.
Arham memakai jaket milik Rizky untuk menjalankan aksinya. Pertama ia membunuh Nurul dirumahnya, tetapi dia ingin menakut-nakuti nurul dahulu. Arham menakut-nakuti nurul dengan cara menerornya lewat telepon.
Arham memakai jaket milik Rizky untuk menjalankan aksinya. Pertama ia membunuh Nurul dirumahnya, tetapi dia ingin menakut-nakuti nurul dahulu. Arham menakut-nakuti nurul dengan cara menerornya lewat telepon.
Telepon rumah berdering
(kring.kring.kring.kring)
Nurul : Halo?? .. ( Nurul mengangkat telepon rumah yang ada di kamarnya)
Arham : Halo siapa ini ?
Nurul : Nurul, dan kau siapa ?
Arham : Orang terakhir yang akan kau
lihat dalam hidupmu..
Nurul : Apa ?
Arham : Kau sekarang sedang berdiri
di depan meja belajar, memakai baju berwarna biru dan kamu terlihat sangat
takut ?
Nurul : Kamu.. Dimana kamu sekarang
? Kenapa kamu mengetahui tentang diriku ?
Arham : Aku sekarang ada di lemari
bajumu.
Nurul : Apa ?
Dengan perasaan yang takut dan tubuh
keringat dingin membuka lemari baju yang ada di kamarnya itu. Tetapi, pada saat
membukanya ternyata tidak ada apa-apa disana hanya baju yang tersusun rapi.
Nurul : Apa kau sedang bercanda
denganku ?
Arham : HAHAHAA. Aku sebenarnya ada
dibelakangmu (dengan setengah berteriak).
Nurul terkejut melihat seseorang yang
mengenakan jaket sambil memegang pisau yang dihunuskan ke arahnya. Dengan kaget
Nurul langsung berteriak..
Nurul : Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh…
Nurul : Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh…
Arham : Kali ini aku benar-benar
tidak bercanda denganmu. Selamat tinggal.
Arham tanpa rasa takut langsung
menusuk nurul dan Nurul pun meninggal.
Keesokan harinya kabar kematian
Nurul pun gempar di kampus tersebut.
Ainun : Apa kalian tahu kalau Nurul meninggal gara-gara dibunuh ?
Ainun : Apa kalian tahu kalau Nurul meninggal gara-gara dibunuh ?
Mimi&Muhardi : Apa ?
Ainun : Kabarnya dia dibunuh dengan
sangat sadis.
Mimi : Bagaimana mungkin ?? Aku
tidak menyangka Nurul meninggal
Muhardi : Iya, mi. Aku juga tidak
menyangka itu bisa terjadi pada Nurul.
Ainun : Sungguh naas nasib Nurul, kalo aku sampai tau pelakunya’ aku cabik-cabik dia.
Muhardi : Sekalian kita bingkai mayat pembunuhnya terus kita pajang di rumah
Mimi : Kira –kira pelakunya siapa ya?
Ainun : Sungguh naas nasib Nurul, kalo aku sampai tau pelakunya’ aku cabik-cabik dia.
Muhardi : Sekalian kita bingkai mayat pembunuhnya terus kita pajang di rumah
Mimi : Kira –kira pelakunya siapa ya?
Muhardi :
Gak tau.. Oh, iyah.. Aku lupa aku memiliki janji latihan basket. Telepon aku
kalau kalian ingin melayat kita akan kesana bersama-sama.
Mimi : Oke..
Muhardi : Aku duluan yah,, ingat telepon aku jika kalian ingin pergi.
Mimi : Oke..
Muhardi : Aku duluan yah,, ingat telepon aku jika kalian ingin pergi.
Pada saat
yang sama ainun pun mulai mencurigai seseorang dan ingin menghampirinya.
Ainun :
Sepertinya, aku tau siapa yang membunuh Nurul ..
Mimi : Apa ?? Siapa dia ?
Ainun : Apa kau melihat anak yang kemarin yang tatapannya sinis terhadap kita.
Mimi : Maksud kamu Rizky ?
Ainun : Iya,, pasti dia pelakunya.
Mimi : Aku juga mencurigainya. Kata anak-anak di kampus ini, kepribadian rizky memang sangat keras. Dia bahkan pernah melawan seorang guru yang bersikap semena-mena ke temannya.
Ainun : Aku yakin pasti dia, aku akan menanyakan langsung padanya.
Mimi : Apa ?
Ainun : Apa kamu mau ikut denganku ?
Mimi : Aku akan ikut denganmu, kita akan mencari tau bersama-sama.
Mimi : Apa ?? Siapa dia ?
Ainun : Apa kau melihat anak yang kemarin yang tatapannya sinis terhadap kita.
Mimi : Maksud kamu Rizky ?
Ainun : Iya,, pasti dia pelakunya.
Mimi : Aku juga mencurigainya. Kata anak-anak di kampus ini, kepribadian rizky memang sangat keras. Dia bahkan pernah melawan seorang guru yang bersikap semena-mena ke temannya.
Ainun : Aku yakin pasti dia, aku akan menanyakan langsung padanya.
Mimi : Apa ?
Ainun : Apa kamu mau ikut denganku ?
Mimi : Aku akan ikut denganmu, kita akan mencari tau bersama-sama.
Mereka
lalu menghampiri rizky yang berada di belakang kampus.
A.ainun :
Hey, pria Psikopat.
Rizky: Kenapa lagi kalian ? (menjawab dengan nada datar)
Mimi : Jangan pura-pura acting deh. Kamu pikir kami tidak tau apa yang telah kau perbuat pada Nurul ?
Lizha : Hah ? Maksudmu.
Ainun : Jangan banyak bacot loh. Kita semua tau kalau kamu itu sangat benci sama kami semua.
Rizky : Aku memang benci sama kalian. (dengan nada tinggi)
Rizky: Kenapa lagi kalian ? (menjawab dengan nada datar)
Mimi : Jangan pura-pura acting deh. Kamu pikir kami tidak tau apa yang telah kau perbuat pada Nurul ?
Lizha : Hah ? Maksudmu.
Ainun : Jangan banyak bacot loh. Kita semua tau kalau kamu itu sangat benci sama kami semua.
Rizky : Aku memang benci sama kalian. (dengan nada tinggi)
Rizky
pergi entah kemana. Lalu mereka mengejarnya. Mereka masuk ke dalam gudang
karena mengira rizky ada di dalam gudang itu. Tiba-tiba pintu gudang tersebut
tertutup. Tidak lama kemudian tercium
bau asap. Mereka berdua panik. dan berteriak histeris meminta tolong, namun
tidak ada yang mendengarkan mereka.
Ainun :
Woi, buka. Kurang ajar kalian. Buka woi, jangan bercanda. Ini sudah kelewatan
Mimi : Tolongg…..
Ainun : Bagaimana ini ?
Mimi : Tidak ada orang di luar…
Ainun : Sepertinya, kita dijebak sama anak itu.
Mimi : Sebaiknya kita menelpon Muhardi untuk menolong kita.
Ainun : Cepatlah apinya semakin membesar..
Mimi : halo sayang,…. ??
muhardi : ada apa ? halo…halo…halo…
Mimi : Tolongg…..
Ainun : Bagaimana ini ?
Mimi : Tidak ada orang di luar…
Ainun : Sepertinya, kita dijebak sama anak itu.
Mimi : Sebaiknya kita menelpon Muhardi untuk menolong kita.
Ainun : Cepatlah apinya semakin membesar..
Mimi : halo sayang,…. ??
muhardi : ada apa ? halo…halo…halo…
Dengan api
yang semakin membesar, mereka berdua pingsan dan tak lama kemudian api mulai membakar
tubuh mereka.
Muhardi yang
sangat heran kemudian melihat asap yang berasal dari arah gudang. Muhardi engan
cepat pergi ke gudang untuk melihat apa yang terjadi disana. Ternyata , mimi
dan ainun telah menjadi mayat yang penuh dengan luka bakar.
Muhardi :
Apa yang terjadi disini? Kenapa bisa begini?
Muhardi langsung melaporkan lizha kepada polisi dan akhirnya lizha ditangkap. Mayat mimi dan ainun di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi.
Muhardi langsung melaporkan lizha kepada polisi dan akhirnya lizha ditangkap. Mayat mimi dan ainun di bawa ke rumah sakit untuk di otopsi.
Mendengar
cerita tertangkapnya lizha, Rizky kemudian ke kantor polisi untuk menyerahkan
diri sekaligus memberikan penjelasan yang menurutnya benar.
Rizky :
bukan dia yang melakukannya tapi saya. Saya yang melakukan pembunuhan itu dalam
keadaan tidak sadarkan diri. Saya memiliki kelainan jiwa dengan hasrat membunuh
yang sangat tinggi.
Polisi :
apakah benar itu lizha ?
Lizha : iya bu, dia yang melakukannya. Dia pernah menceritakan kelainannya itu kepada saya.
Lizha : iya bu, dia yang melakukannya. Dia pernah menceritakan kelainannya itu kepada saya.
Tiba-tiba
terdengar suara telepon.
Muhardi :
halo bu, dia ada di sini…
Polisi : siapa yang kau maksud?
Muhardi : tentu saja si pembunuh itu !
polisi : apa..???
Polisi : tapi pembunuh itu masih ada di sini.
muhardi : sekarang dia mengejar saya
Polisi : sekarang kamu di mana?
muhardi : sekarang saya ada di jalan sawerigading tepatnya di pom bensin
polisi : baiklah kami akan kesana
muhardi : arggh….
Polisi : siapa yang kau maksud?
Muhardi : tentu saja si pembunuh itu !
polisi : apa..???
Polisi : tapi pembunuh itu masih ada di sini.
muhardi : sekarang dia mengejar saya
Polisi : sekarang kamu di mana?
muhardi : sekarang saya ada di jalan sawerigading tepatnya di pom bensin
polisi : baiklah kami akan kesana
muhardi : arggh….
Polisi
yang telah mengetahui lokasi pembunuhan segera ketempat kejadian dan menemukan
arham yang sedang berusaha menyembunyikan mayat muhardi. Arham pun di penjara
dengan tuduhan pembunuhan. Lizha dan rizky yang mulanya di tangkap kemudian di
bebaskan.
1 bulan
kemudian…
Arham yang
merasa di khianati oleh lizha, kemudian mengatakan yang sebenarnya kepada
polisi bahwa lizha adalah rekannya dalam pembunuh itu dan akhirnya lizha
ditangkap.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar