Kamis, 16 Mei 2013

Cerita Rakyat Toraja "LA DANA dan KERBAUNYA"...



LA DANA dan KERBAUNYA

La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. Sehingga kecerdikan itu menjadi kelicikan.
Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang.
Lalu La Dana mengusulkan pada temannya untuk menggabungkan daging-daging bagian itu dan menukarkannya dengan seekor kerbau hidup. Alasannya adalah mereka dapat memelihara hewan itu sampai gemuk sebelum disembelih. Mereka beruntung karena usulan tersebut diterima oleh tuan rumah.
Seminggu setelah itu La Dana mulai tidak sabar menunggu agar kerbaunya gemuk. Pada suatu hari ia mendatangi rumah temannya, dimana kerbau itu berada, dan berkata "Mari kita potong hewan ini, saya sudah ingin makan dagingnya." Temannya menjawab, "Tunggulah sampai hewan itu agak gemuk." Lalu La Dana mengusulkan, "Sebaiknya kita potong saja bagian saya, dan kamu bisa memelihara hewan itu selanjutnya." Kawannya berpikir, kalau kaki belakang kerbau itu dipotong maka ia akan mati. Lalu kawannya membujuk La Dana agar ia mengurungkan niatnya. Ia menjanjikan La Dana untuk memberinya kaki depan dari kerbau itu.
Seminggu setelah itu La Dana datang lagi dan kembali meminta agar bagiannya dipotong. Sekali lagi kawannya membujuk. Ia dijanjikan bagian badan kerbau itu asal La Dana mau menunda maksudnya. Baru beberapa hari berselang La Dana sudah kembali kerumah temannya. Ia kembali meminta agar hewan itu dipotong.
Kali ini kawannya sudah tidak sabar, dengan marah ia pun berkata, "Kenapa kamu tidak ambil saja kerbau ini sekalian! Dan jangan datang lagi untuk mengganggu saya." La dana pun pulang dengan gembiranya sambil membawa seekor kerbau gemuk.

Cerpen "Loro Jonggrang"...



Loro Jonggrang
Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. "Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!", ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. "Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku," pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. "Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?", Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. "Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya", ujar Loro Jongrang dalam hati. "Apa yang harus aku lakukan ?". Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
"Bagaimana, Loro Jonggrang ?" desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. "Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya," Katanya. "Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?". "Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. "Seribu buah?" teriak Bondowoso. "Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam." Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. "Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!", kata penasehat. "Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!"
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. "Pasukan jin, Bantulah aku!" teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. "Apa yang harus kami lakukan Tuan ?", tanya pemimpin jin. "Bantu aku membangun seribu candi," pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. "Wah, bagaimana ini?", ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. "Cepat bakar semua jerami itu!" perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung... dung...dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. "Wah, matahari akan terbit!" seru jin. "Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari," sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. "Candi yang kau minta sudah berdiri!". Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. "Jumlahnya kurang satu!" seru Loro Jonggrang. "Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan". Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. "Tidak mungkin...", kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. "Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!" katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang.


Contoh Puisi...



Dewa telah mati
Penulis : subagyo sastrowardojo
Tak ada dewa di rawa-rawa ini
Hanya gagak yang mengakak malam hari
Dan siang terbang mengitari bangkai
Pertapa yang terbunuh dekat kuil

Dewa telah mati
Hanya ular yang mendesir dekat sumber
Lalu minum dari mulut
Pelacur yang tersenyum dengan baying sendiri

Bumi ini perempuan jalang
Yang menarik laki-laki jantan dan pertapa
Ke rawa-rawa mesum ini
Dan membunuhnya pagi hari




Sajak luar kepala
Karya : sitor situmorang
Ku catat dalam hati
(membaca dan menulis terlarang di sini)
Antara harap dan cemas
Kuraih masa depan
Dengan mantra citra

Di ujung terowongan gelap dan panjang
Lewat tembok dan terali-terali
Aku berdiri
Dan bukan dalam mimpi

Pintu terbuka ke dunia
(gemerincing kunci dan rantai gema tertinggal di belakang)
Dan kau disana seperi biasa
Tapi bisu

Selalu kau teringat padaku ?
Seperti aku tak pernah lupa padamu ?
Tak sepatah keluar dari mulutmu
Tapi setitik air mata tercurah

Sekeliling gema sepi
Mantraku tumpul
Dibeton kelabu penjara

Sajak putih
Karya : chairil anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Dihitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku pintu terbuka
Selama matamu bagiku menganadah

Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah

Puisi "TERATAI" dan Maknanya...


TERATAI
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun bersemi laksmi mengarang
Biarpun ia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia

Teruslah, O teratai bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biar sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga zaman

Sanusi Panen


  • Tuliskan kata-kata yang bermakna lambang !
    Jawaban :

a.       Teratai
b.      Kebun
c.       Kembang
d.      Penjaga taman
e.      Akarnya tumbuh di hati dunia
f.        Laksmi
g.       Zaman
h.      Indah permai
i.         Gemilang mulia
j.        Menjaga taman

  • Makna kata-kata yang bermakna lambang tersebut !
    Jawaban :

a.       Teratai : Pahlawan
b.      Kebun : Negara
c.       Penjaga taman : pahlawan yang telah meneruskan gagasan-gagasan dan cita-citanya demi kemajuan zaman
d.      Akarnya tumbuh : hasil pemikiran yang mendunia dan telah dimanfaatkan
e.      Laksmi : dewi, cantik
f.        Indah permai : tidak dikenal oleh banyak orang dan orang lain tidak ingin mengenalnya (kerendahan hati)
g.       Gemilang mulia : gagasan yang terpakai walaupun si penggagas tidak dikenali oleh orang lain.
h.      Menjaga taman : orang yang tidak mengenal dan tidak ingin mengenali.

  • Artinya dalam makna lambang dan artinya dalam makna sebenarnya !
    Jawaban :

a.       Teratai : tumbuhan air berdaun melonjong lebar, bunganya putih, kadang-kadang merah jambu yg mekar pd malam hari; Nymphaca pubercens.
b.      Kebun : sebidang tanah yg ditanami pohon musiman (buah-buahan dsb)
c.       Penjaga taman : orang yg bertugas menjaga taman
d.      Akarnya tumbuh : Berarti tumbuhan yang tumbuh/berkembang.
e.      Laksmi : elok; molek; cantik
f.        Indah permai : keadaan enak dipandang, cantik elok
g.       Gemilang mulia :
h.      Menjaga taman :



Senin, 13 Mei 2013

Contoh Hasil Wawancara



Nama Kelompok :
1.         Andi Ainun Asmal
2.         Nurul Fitri Pebyani
3.         Liza Fitriyanti
4.         Yusmi Fatika Darman

Topik                           : Kelas Akselarasi di SMA NEGERI 1 SENGKANG
Narasumber                 :
Narasumber 1              : Ketua Pengelola Akselerasi ( Nurnaningsih S.Pd M.Si )
Narasumber 2              : Wali Kelas Akselerasi ( Jumriani,S.S.Pd. M.Si )
Waktu  Wawancara      : Sabtu, 12 Januari 2013
Pukul                           : 08.00
Tempat                                    : SMA Negeri 1 Sengkang

Pewawancara : Assalamu Alaikum Bu. Boleh kami mewancarai ibu mengenai kelas Akselarasi ?
Narasumber 1 : Tentu saja boleh. Silahkan….
Pewawancara : Terima kasih Bu. Pertama kami ingin menanyakan mengapa baru tahun ini mendirikan kelas akselarasi di SMA NEGERI 1 SENGKANG ?
Narasumber 1 :Karena, tahun ini siswa yang dinyatakan mampu ikut belajar dengan sistem Akselarasi sudah terpenuhi sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah.
Pewawancara :Siapa-siapa saja yang ikut berpartisipasi dalam membangun dan mendesain ruang kelas akselarasi ?
Narasumber 1 : Pertama, panitia khusus program Akselarasi. Kedua, semua unsur Wakil Kepala Sekolah beserta Kepala Sekolah.Ketiga, pengurus komite.
Pewawancara : Selanjutnya, berapa biaya yang harus dikeluarkan sekolah untuk mendirikan kelas Akselarasi ini ?
Narasumber 1 : Apabila dari jumlah finansial yang dikeluarkan di akumulasikan dari pengadaan sarana, pengurusan administrasi, peningkatan SDM guru, serta penyusunan pembelajaran E-learning, dan pengurusan izin totalnya kurang lebih Rp.75.000.000
Pewawancara : Ada kabar yang menyatakan bahwa ini adalah aksel pertama dan terakhir di SMA NEGERI 1 SENGKANG. Apakah itu benar dan tolong dijelaskan mengapa ?
Narasumber 1 :Kalau memang Regulasi UU pelaksanaan SKS itu jadi, maka sesungguhnya tidak berlaku untuk sekelompok siswa tetapi semua siswa yang mampu mengikuti SKS.
Pewawancara : Apakah ada perbedaan yang diberikan kepada guru yang mengajar di kelas akselerasi dan kelas regular ?
Narasumber 1 : Sampai saat ini hanya perbedaan insentif hal ini disebabkan karena pada waktu penganggaran, yang dianggarkan hanya perbedaan insentif baik honor mengajar dan pengawasan UTS dan Semester.
Pewawancara : Terima kasih Bu.
Pewawancara   : Bagaimana dengan ibu selaku wali kelas Akselarasi.  Bagaimanakah perasaan  ibu mengajar sekaligus menjadi wali kelas Akselerasi ?
Narasumber 2 : Saya sangat bangga bisa dipilih menjadi wali kelas Akselarasi angkatan pertama dan saya sangat senang bisa mengajar dan menjadi wali kelas mereka karena mereka  anak-anak yang cerdas, sopan, dan baik-baik pula.
Pewawancara : Bagaimana kesan-kesan ibu menjadi wali kelas di kelas akselarasi ?
Narasumber 2 : Saya sangat senang karena mereka cerdas-cerdas dan mudah menangkap pelajaran yang diberikan oleh saya dan juga guru-guru yang lain.
Pewawancara : Untuk Ibu Nurnaningsih dan Ibu Jumriani.
Pewawancara   : Apa tujuan dan harapan Ibu sehingga mendirikan kelas akselerasi di SMA NEGERI 1 SENGKANG ?
Narasumber 1  :Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada ananda yang memiliki kelebihan lebih untuk lebih mengoptimalkan prestasi belajarnya. Sedangkan, harapan kami agar siswa kelak betul-betul mampu di tingkatkan prestasinya jauh lebih baik dengan mengikuti pembelajaran sistem regular.
Narasumber 2 :Saya berharap semoga kelas Akselarasi di SMA NEGERI 1 SENGKANG dapat maju, berkembang, dan dapat membawa nama baik sekolahnya.
Pewawancara : Amin… Terima kasih, Bu. Atas waktu dan kesempatan ibu Guru sekalian. Semoga apa yang diinginkan oleh ibu dan sekolah ini dapat menjadi kenyataan.