Senin, 13 Mei 2013

Pengalamankuu



Tamu Yang tak di undang
 
Malam yang sangat dingin mataku serasa sudah lelah dan ingin beristirahat. Saat aku melihat jam dinding,  tidak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Aku pun segera menggosok gigi dan mencuci muka serta kakiku sebelum tidur. Seusai itu aku langsung bergegas ke kamar untuk tidur.
Mataku yang sudah terpejam kemudian dibangunkan oleh teriakan. Aku langsung kaget mendengarnya. Ternyata, itu mamaku yang memanggilku. Entah karena apa, dia memanggilku. Aku pun bergegas keluar kamar dan turun ke bawah.
“Mimi, kenapa kamu selalu lupa membawa keranjang pakaian kamu ?” ujar ibuku.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, aku langsung mengangkat keranjang pakaianku dan ingin segera tidur lagi. Dua tangga sudah aku lewati, kemudian aku melihat ibuku mengangkat keranjang pakaian lagi. Aku kaget, karena mengira keranjang pakaian itu adalah milikku juga. Ternyata, itu adalah keranjang pakaian milik adikku. Keranjang itu lebih besar dan berisi pakaian yang sangat banyak.
“Mi, tolong. Keranjang pakaian ini juga kamu naikkan dan simpan didepan kamar adikmu !” kata ibuku.
“ahh,, mama… itu terlalu berat. Aku tidak bisa mengangkatnya” kataku.
“Ah,, kenapa kamu tidak bisa mengangkatnya ini kan ringan” kata ibuku.
“Ma, Pokoknya gak bisa, ini aja aku angkat susah banget. Kenapa mama tadi tidak suruh andi saja ? Aku sudah sangat lelah dan ingin cepat-cepat tidur. Lebih baik besok saja mama menyuruh andi.” kataku sambil mengomel kepada ibuku.
Dengan perasaan jengkel, aku meninggalkan ibuku dan langsung masuk ke kamar. Tidak lama kemudian, mataku sudah terlelap dan akhirnya tertidur. Anjing-anjing yang bergonggong kini telah berhenti.
Entah perasaan apa, yang membuat aku terbangun. Aku membuka mataku dan melihat sesosok laki-laki yang duduk di tempat tidurku. Aku mengira itu adikku yang ingin tidur denganku karena dialah yang biasanya mengetuk pintuku pada waktu tengah malam seperti ini. Dengan melihatnya lebih jelas lagi, ternyata itu bukan adikku melainkan orang lain. Aku langsung terkejut dan berteriak memanggil mamaku.
“Ma Pa, ada orang yang masuk di kamarku” sambil menangis aku terus memanggil Mama dan Ayahku.
Kemudian, laki-laki muda itu langsung lari keluar dari kamarku. Entah ia pergi kemana. Aku pun juga berlari dan ingin segera menuju ke kamar orang tuaku. Aku sempat berhenti dan berpikir dia lewat mana hingga bisa masuk di rumahku dan di kamarku. Aku melihat pintu ruang tamuku tapi tetap tertutup dan aku langsung mengingat kalau waktu aku tidur aku lupa mengunci pintu kamarku.
Dengan perasaan kaget, aku langsung lari dan mendengar seseorang yang terjatuh dari tangga. Aku mendengar kalau orang tuaku juga kaget dan memanggil-manggil namaku. Aku langsung turun dan langsung menuju ke kamar orang tuaku.
“Kenapa ? Ada apa ?” Tanya ayah dan ibuku.
“Tadi, ada orang yang masuk di kamarku.” Kataku.
“Mungkin, kamu sedang bermimpi.” Ujar ayahku. Seakan dia tidak percaya.
“Ayah, aku gak mimpi. Beneran tadi ada orang yang masuk di kamarku” kataku sambil ingin meyakinkan orang tuaku.
Ayahku yang juga kaget mulai mencari di atas. Tapi dia tidak menemukan apa-apa.
“Mana gak ada apa-apa ?” kata ayahku.
“Ayah, tadi memang ada yang masuk di kamarku.” Kataku sambil menangis.
“Heem, kalau begitu apa kamu tidak apa-apa ? Aku mendengarmu terjatuh tadi di tangga” Tanya ibuku sambil memelukku.
“Mah,, itu bukan aku. Itu orang yang masuk ke kamar aku.” Kataku.
Dengan perasaan kaget, ayahku lalu mencari lagi. Kali ini bukan diatas tetapi disekitar kamar ayahku. Tak lama kemudian, ayahku menemukannya.
“Itu dia” kata ayahku sambil terkejut.
Mamaku langsung keluar dari kamar dan melihatnya. Dan langsung menangis memelukku. Dan terkejut melihat pencuri itu, ternyata dia adalah tetanggaku sendiri. Dia adalah anak muda yang selalu nongkrong di depan rumah. Dia memang sudah meresahkan banyak warga di sekitar sana. Sudah banyak yang menjadi  korbannya.
“Kau Hendri ? Kenapa kamu masuk di kamar anakku ?” Tanya ibuku.
“Saya mau cari makanan tante.” Jawab pencuri itu sambil menundukkan kepala.
Melihat wajah ayah dan ibuku yang marah. Ayahku langsung mencari tali dan mengikatnya dan menyuruhku untuk menelpon Pak Harpin tetanggaku yang seorang polisi.
Aku yang disuruh oleh ayahku, bergegas mencari telepon genggam ayahku. Tidak lama kemudian, aku menemukannya dan langsung menelepon Pak Harpin.
“Yah, gak ada yang angkat.” Kataku.
“Coba lagi.” Kata ibuku.
Tak lama kemudian seseorang pria mengangkatnya. Pasti dia adalah tetanggaku itu. Aku langsung memberikan telepon genggam itu kepada ayahku.
“Hallo, Assalamu Alaikum.”kata ayahku
“Waalaikum Salam”jawab Pak Harpin dari telepon genggam.
“Hallo, Pak Harpin sekarang ada di mana ?”Tanya ayahku
“Iya, di rumah pak. Ada apa yah pak ?”Tanya Pak Harpin.
“Ada orang yang masuk di rumah saya Pak”jawab ayahku.
“Apa ? oh, iya iya. Tunggu pak saya akan ke rumah bapak.”kata Pak Harpin dengan suara terkejut.
Beberapa detik kemudian, terdengar teriakkan seseorang bapak-bapak. Pasti itu adalah Pak Harpin.  Ibuku bergegas mencari kunci pintu dan pagar lalu segera mengizinkannya masuk.
“Mana orangnya ?” Tanya pak harpin sambil membawa pistolnya.
Dengan tubuh yang terikat. Ayahku menyeretnya keluar.
“Ternyata anak-anak. Heh,, kamu Hendri ?” Tanya Pak Harpin.
“Iya, itu Hendri” jawab ibuku.
Dari tadi pencuri itu hanya terus saja menunjuk dan tidak berani mengangkat kepalanya. Dari raut wajahnya dia terlihat sangat ketakutan.
“Siapa yang menyuruhmu masuk di rumah orang ?” Tanya Pak Harpin sambil memegang pencuri itu.
“Tidak, ada yang menyuruh saya Pak. Saya lapar dan ingin mencari makanan.”jawab pencuri itu.
“Tadi, kamu lewat mana ?” Tanya Pak Harpin.
“Saya memanjat di Palpon Pak.”jawab pencuri itu.
“Mungkin dia juga masuk waktu rumah kosong. Pantas saja waktu kami pulang pintu di atas terbuka padahal kami sudah menguncinya. Iya kan, kamu juga masukkan waktu itu ?”
Pencuri itu terus saja menunduk.
“Sudah berapa kali kamu masuk di rumahnya” Tanya Pak Harpin.
“sudah dua kali pak.” Jawab pencuri itu dengan terpaksa.
Pertanyaan demi pertanyaan di Tanyakan kepada pencuri itu. Aku yang ada di kamar ibuku hanya mengintip dan masih takut melihat wajah pencuri itu dan air mataku tidak mau berhenti menetes. Karena, banyak pertanyaan tidak dijawabnya. Pak Harpin lalu menelpon temannya yang bertugas di Kapolres Tempe di Kota Sengkang.
Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil polisi dan singgah di depan rumah saya. Tiga orang pria keluar dari mobil polisi itu dan langsung menuju ke rumah saya. Pencuri itu lalu diseret ke depan pagar oleh Pak Harpin. Mendengar suara mobil polisi dan suara teman-teman Pak Harpin yang cukup ribut itu, tetanggaku yang sedang tertidur lelap terbangun dan keluar rumah melihat apa yang terjadi. Aku yang sangat penasaran keluar dari kamar ibuku dan mengintip di pintu.
“Ada apa, pak?”Tanya tetanggaku.
“ini Pak, dia masuk di rumah saya”jawab ayahku.
“Oh, pantasan saja tadi saya dengar Mimi berteriak. Saya kira salah sanak keluarga bapak datang."kata tetanggaku.
“Bukan keluarga saya yang datang”jawab ibuku.
Tubuhnya yang diikat dilepaskan kemudia diborgol dan akan diinterogasi kembali di kantor polisi.
“Pak, anak ini akan kembali diinterogasi di Kapolres Tempe”ujar teman Pak Harpin.
“Iya, pak.” Kata ayahku.
Kemudian,pencuri itu dinaikkan di mobil polisi dan segera di bawa ke Kapolres. Aku langsung keluar menuju ke Ibuku. Ibuku yang melihatku langsung memelukku.
Setelah berbincang-bincang dengan tetanggaku. Kami pun kembali masuk rumah dan ingin kembali tertidur. Aku melihat jam dinding ternyata telah menunjukkan pukul 02.00. ayahku yang khawatir dengan adikku langsung menuju ke kamar adikku. Dan serempak saja adikku langsung berteriak dan memeluk ayahku. Terlihat dari wajahnya dia sangat ketakutan.
“Mi, kamu tidur kamar ibumu saja ya bersama dengan adikmu!.” kata ayahku.
“iyah, biar kami yang tidur di kamar kamu.” Kata ibuku.
Aku yang tak menjawab sepatah katapun langsung menuju ke kamar orang tuaku dan tertidur. Adikku yang sangat penasaran terus bertanya kepadaku.
“Mi, siapa orang itu ? apa yang dilakukannya di kamarmu ?” Tanya adikku.
“Sudah lah aku ingin tidur”jawabku.
Aku tidak ingin mengingat kejadian itu karena aku selalu ingin menangis. Tidak lama kemudian, aku tertidur.
Beberapa hari kemudian, ayahku bertemu dengan Pak Harpin dan menanyakan bagaimana keadaan pencuri itu.
“pak, bagaimana dengan pencuri itu ?”tanya ayahku.
“Dia hanya dipenjara satu hari. Karena dia masih dibawa umur dia hanya diberi peringatan dan jika dia melakukannya lagi dia akan benar-benar dipenjara.”jawab Pak Harpin.
Hari demi hari, aku mulai melupakannya dan tidak menangis lagi saat mengingatnya. Dan mendengar kabar kalau dia telah pindah. Rasanya lega mendengarnya.





 

Selasa, 19 Februari 2013

Kerangka Persuasif


Kerangka persuasif
Topik   : Belajar secara efektif
Gagasan utama : Belajar secara efektif dibutuhkan oleh setiap pelajar.
Gagasan Pendukung :
  1. Kompetisi di antara pelajar semakin tinggi 
  2. Belajar efektif membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan yang serius
  3.  Semakin banyak pelajar yang pintar
  4.  Materi ajar yang banyak membutuhkan waktu belajar yang lebih lama.



Assalamu alaikum wr.wb
Bapak Guru yang saya hormati dan teman-teman semua yang saya banggakan. Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayahnyalah kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat tanpa kekurangan suatu apapun.
Untuk menguasai semua ilmu pengetahuan, proses belajar memang sangat menentukan. Setiap pelajar membutuhkan strategi belajar yang efektif pada masa mendatang, agar nantinya dapat memberikan hasil yang sangat maksimal. Apalagi bagi para pelajar, mahasiswa maupun semua orang yang sedang dalam proses belajar secara keseluruhan, metode belajar yang tepat sangat dibutuhkan, karena itu merupakan syarat utama untuk dapat meraih prestasi terbaik yang didambakan.
Strategi belajar yang efektif sangat diperlukan oleh pelajar mengingat semakin hari kompetisi di kalangan pelajar semakin tinggi.
Belajar efektif memang membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan yang serius. Memang dalam segala hal keseriusan sangat menentukan. Buat apa kalau metode belajarnya sudah tepat, tetapi dijalani dengan semau kita saja. Keberhasilan seseorang di masa mendatang, terletak pada bagaimana dia menjalankan usahanya pada masa sekarang. Jadi sekali lagi, sebuah impian besar pasti mampu diwujudkan asalkan direncanakan dan dijalankan dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab yang besar.
Para pelajar berlomba-lomba untuk mencapai prestasi sehingga semakin banyak pelajar yang pintar.
Materi ajar yang banyak, harus disiasati dengan cara belajar efektif, tidak membuang-buang waktu agar pelajar bisa belajar dalam waktu yang lebih singkat.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Lebih dan kurangnya mohon di maafkan. Waasaalamu alaiku wr.wb

Selasa, 01 Januari 2013

CONTOH PUISI


Puisi Rindu Akan Sahabat
Karya : Nurul Fitri Pebyani

Saat itu kita bersama- sama susah senang dan duka
Ketika dirimu dirindung pilu
Aku pun ada disampingmu
Tapi ada satu yang kamu tidak ketahui
Ketika ku memikirkan bagaimana hari esok
Dan bagaimana kita merangkai semuanya jika kita masih bersama…..

Rasa inginku untuk bersamamu itu sangat lebih
Disaat ku bertemu denganmu pada hari itu
Tetesan air mata ku tak terbendung sedikit pun
Pertanda rinduku selama ini tercapai…

Sahabat kemana saja engkau pergi..?
6 tahun lamanya kita tak jumpa
Masih ingatkah engkau saat kita di sebuah saung kecil
Dimana saat itu hujan lebat….
Kau bilang kepadaku
“Kita akan selamanya seperti ini,berdua tak ada yang memisahkan”….

Sahabat, rinduku telah terbayar akan hadirnya dirimu…
Terimakasih atas semuanya
Jika kita bisa bertemu lagi akan ku ajak engkau mengelilingi kota Keera bersamaku………!!!
=====================================

Pengalamanku saat MOS di SMA NEGERI 1 SENGKANG


Pengalamanku saat MOS di SMA NEGERI 1 SENGKANG
Mos adalah hal yang harus dialalui oleh semua siswa baru yang diterima di sekolah tersebut termasuk saya.  Aku sangat benci dengan MOS, karena sering banyak hukuman. Banyak suka dan duka yang telah kami lalui. Termasuk di hokum. Pada waktu itu, kami diwajibkan untuk membuat tas dari karton dan dipakai saat MOS.
Hari pertama, sebenarnya waktu itu MOS belum dibuka. Tetapi kami disuruh datang pada siang hari pada jam2 siang. Waktu itu, aku terlambat. Aku kira panitia-panitianya semuanya pada telat. Seperti pada saat pengembalian dan saat wawancara. Ternyata duganku salah. Untung saja pada waktu itu saya tidak dihukum. Siang itu kami di suruh berdiri di tengah teriknya matahari untuk menunggu nama kami disebut dan ditempatkan di kelompok mana.  Waktu itu saya ditempatkan di kelompok B. Sesudah semua murid ditempatkan di kelompok. Kami bergegas pergi ke kelas yang telah ditentukan. Kami memperkenalkan nama masing-masing. Tujuannya, agar kita saling mengenal satu sama lain dan lebih akrab dengan teman sekelompok. Kebanyakan di kelompokku adalah teman dari sekolahku sendiri yaitu SMP 1 SENGKANG. Karna, pada saat itu tidak ada yang dilakukan, panitia membuat permainan untuk menyanyi berpasangan yang sudah menyanyi menunjuk teman yang akan menyanyi selanjutnya. Tanpa tersadari, ternyata namaku yang disebut. Untung saja pada waktu itu panggilan untuk latihan upacara pelaksanaan pembukaan MOPLS akan dimulai. Jadinya, aku tidak jadi untuk menyanyi. Ahahahhahha,, aku sangat beruntung. Hamper saja orang-orang mendengar suaraku yang jelek. Kami pun bergegas untuk kelapangan. Walaupun sudah sore tapi tetap saja sangat panas. Saya ingat waktu itu temanku Muhammad Rizky Eka Arlin yang menjadi pemimpin upacaranya. Latihan pembukaan MOPLS dilakukan sangat lama apalagi dengan cuaca yang panas membuat punggungku serasa terbakar. Sesudah latihan MOPLS kami pun bergegas untuk ke kelas dan diberi pengumuman agar keesokan harinya dating jam 06.30 pagi dengan memakai tas karton yang dibuat dan membawa balon gas. Tak lama kemudian kami diperbolehkan untuk pulang.
Hari kedua. Keesokan harinya, saya dating terlambat lagi. Lagi-lagi saya berfikir kalau panitianya tidak akan dating secepat itu. Heem, walaupun saya tidak dihukum tapi saya disuruh menulis sebanyak 5 lembar dengan tulisan “SAYA TIDAK AKAN TERLAMBAT LAGI”.   Heem, sungguh melelahkan. Saya pun bergegas untuk ke kelas dan menaruh tas karton yang ibu dan aku buat. Dan segera membeli balon gas yang dijual di koperasi sekolah. Sesudah itu, semua perempuan yang ada di kelasku di panggil dan dilihat wajahnya masing-masing. Ternyata yang memakai bedak di suruh untuk membersihkannya karna kalau tidak panitia sendiri yang akan membersihkannya dengan cara memasukkan kepala kita ke dalam bak.  Iuu,, semua perempuan meembersihkan mukanya termasuk saya sendiri. Sesudah itu, tidak terasa bel berbunyi upacara pembukaan MOPLS akan segera dimulai. Sesudah itu kami kembali ke kelas masing-masing. Dan menunggu guru untuk memberikan materi. Di sana kita bisa bertanya tentang fasilitas apa yang tersedia di sekolah tersebut dan pertanyaan lainnya yang menyangkut dengan sekolah SMAN 1 SENGKANG. Sesudah itu kami diajak oleh panitia untuk melhat-lihat dan memperkenalkan kelas dan ruangan yang ada di sekolah tersebut. Tidak terasa jam pulang sudah dekat sebelum itu kami sholat berjamaah tapi pada waktu itu saya tidak membawa alat sholat karna tidak ada pemberitahuan untuk membawanya jadinya saya hanya tinggal di kelas bersama teman-teman yang lain. Kami di kelas mengobrol dan mulai akrab satu sama lain. Setelah orang-orang sholat berjamaah, kami menunggu waktu pulang. Pada waktu itu tanpa tersengaja saya memanggil panitia tidak besertakan dengan panggilan ka’. Jelas saja panitia itu sangat marah dan menyuruh saya untuk berdiri. Walaupun dia adalah keluarga saya tapi bukan berarti saya tidak dihukum olehnya. Awalnya saya sangat marah padanya tapi lama kelamaan saya mengerti kenapa dia begitu terhadap saya. Tak lama kemudian saya diberi hukuman. Awalnya saya disuruh untuk berpuisi tapi saya menolaknya karna saya benar-benar tidak tau berpuisi, lalu saya di suruh menyanyi lagi-lagi saya menolaknya. Kemudian saya memberitahu panitia untuk hukumannya dance saja. Dan dia menyetujuinya. Waktu itu saya sangat grogi dan berapa kali saya mengulanginya. Saya sangat malu apalagi banyak panitia yang ada diluar melihat saya. Sesudah itu saya sangat malu dan tak ingin mengangkat kepala saya melihat teman-teman dan panitia. Tak lama kemudian, bel berbunyi tanda untuk pulang. Saya pun pulang bersama teman-teman saya.
Hari ketiga, hari itu saya sakit tapi saya memaksakan diri untuk ke sekolah. Sesampainya di sekolah, saya langsung masuk kelas. Lagi-lagi hari itu kami upacara dan  seperti hari kedua kami diberi materi oleh guru dan kakak Pembina. Hari itu, kami diberi banyak permainan seperti salah satunya menyambung-nyambungkan kata tapi yang kalah akan diberikan hukuman yang berat. Kami juga disuruh untuk membuat puisi untuk panitia, gombalan-gombalan, dan mengatakan cinta. Hari itu penuh dengan kelucuan tetapi saya tidak bisa untuk selalu tertawa dan berbicara karna pada saat suara saya menghilang. Tidak terasa saatnya pulang dan saya mulain tidak enak badan. Dengan terpaksa, saya meminta izin kepada panitia karna tidak bisa hadir keesokan harinya. Saya diberi izin dan bergegas untuk pulang.
Itulah hari terakhir saya di MOS. Sangat disayangkan, tetapi apa boleh buat saat itu saya sakit. Tetapi, saya senang karna terhindar dari hukuman-hukuman. Ahahhahah JJ.

contoh EKSPOSISI


Nama : Yusmi Fatika Darman.
Kelas : Akselarasi.

Tips-Tips Menjadi Langsing
Tips-tips menjadi langsing dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu pertama sering olahraga dengan sering olahraga dapat membantu kita membentuk tubuh yang ideal dan sesuai dengan keinginan kita. Kedua, makan dengan teratur jangan makan berlebihan dan jangan makan-makanan yang berlemak. Ketiga, perbanyak minum air putih. Keempat, perbanyak makan buah-buahan dan mengkonsumsi sayur-sayuran. Kelima, jangan makan diatas jam 06.00 malam. Keenam, kalau bisa makan obat yang bervitamin dan makan obat pelangsing dengan teratur. Ketujuh, atur pola tidur atau jangan tidur berlebihaan (usahakan sehari tidur 8jam).
Dengan melakukan tips ini Insya Allah tubuh yang diidam-idamkan akan menjadi kenyataan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat bagi pembaca.



Contoh Narasi

Berlibur Bersama Keluarga

Hari libur tiba, aku dan keluarga pergi berlibur. Pagi-pagi sekali aku berangkat bersama keluarga. Aku berkunjung ke rumah nenek dan pamanku. Aku bersama sepupu dan adikku pergi bermain di padang rumput. Lari membuat kami semua lelah. Untung saja, kami membawa sedikit camilan dan minuman. Sesudah itu, kami kembali bermain.
Sesudah ke padang rumput, siang harinya aku bersama sepupu dan keluarga pergi ke pantai nyiur. Pemandangannya sangat indah. Kami disana makan siang, bibiku membawa makanan untuk di makan di pantai nyiur. Saya pun menyempatkan diri untuk berfoto dan berenang di sana. Walaupun aku tidak tau berenang tapi rasanya sangat mengasyikkan bisa bermain air disana.
Saat ingin pulang, pamanku langsung singgah ke padang pasir. Katanya, melihat matahari terbenam sangatlah indah. Jadi, kami tinggal sebentar untuk melihatnya, bersenda gurau, bermain, dan lagi-lagi kami menyempatkan diri untuk berfoto. Tempat seindah itu tidak mungkin kami lewatkan untuk berfoto.
Tidak terasa matahari mulai tenggelam. Melihat matahari tenggelam sangatlah indah. Warna langit yang tadinya cerah berubah menjadi gelap. kami pun bergegas untuk pergi ke rumah saudara nenekku.. Rasanya sangat berat untuk pulang. Aku masih ingin bermain, berfoto, dan menikmati keindahan pantaii tersbut. Tapi, sudah malam.
Kata bibiku, besok kami akan ketempat yang lebih indah lagi. Kami pun menuju ke rumah saudara nenekku. Saat perjalanan kesana kami menyempatkan untuk singgah di masjid untuk sholat maghrib. Sesudah itu, kami melanjutkan perjalanan.
Sesampainya disana kami langsung di persilahkan masuk. Saat masuk ternyata kami sudah di persilahkan makan. Mereka tau saja kalau kami belum makan malam. Sesudah makan malam kami bercanda gurau bersama keluarga, dan istirahat. Agar besok dapat melanjutkan perjalanan.